Ande
– Ande Lumut
Di pagi yang cerah Mbok Rondo klenting berkumpul dengan para putrinya yang sangat cantik, mereka adalah klenting merah, klenting biru, klenting hijau dan salah seorang anak tirinya bernama klenting kuning.
Mbok Rondo sangat sayang kepada anak-anaknya
tetapi berbeda dengan klenting kuning, sebagai anak tiri dia sangat dibedakan
kasih sayangnya.
(Klenting
Kuning sedang menyapu lantai & tak lama kemudian datanglah Mbok Rondo Klenting)
Mbok
rondo Klenting :“putriku…, kesini sebentar ada
berita penting!”
Klenting
hijau : “ Ya Mbok, sebentar… ”
Klenting
merah :
“sst.. berita apa tho? ”
Klenting
biru
: “aku juga gak tahu kak.”
Klenting
merah :
“huuh, kirain tahu.”(cemberut)
Klenting
hijau :“Ada apa sih mbok ? ” (manja)
Mbok
rondo klenting : “Begini, Mbok Rondo Dadapan,membuat
sayembara untuk menikahkan anaknya Ande-Ande Lumut yang sangat tampan itu.”
Klenting-keleting
: “ (Apa?) Tampan? Ande - Ande Lumut ?” (centil)
Mbok
rondo klenting : “ Iya. Kalau kalian mau, cepat dandan dulu
yang cantik. ”
Klenting-klenting
: “ Iya iya mbok. Kami mau. ”
(setelah
klenting merah, biru, dan hijau selesai berdandan)
Klenting
Merah
: “ Mbok, bagaimana penampilan kita? ”
Klenting
Hijau
: “ cantik kan mbok!! ”
Mbok Rondo
Klenting: “ wah iya, Anak-anak mbok sudah cantik semua. Ande-Ande Lumut pasti
memilih salah satu dari kalian untuk dijadikan istri. ”
(Dari
halaman rumahnya, Klenting Kuning yg sdg menyapu,
melihat saudari2 tirinya yang hendak berangkat menuju rumah Ande – Ande Lumut)
Klenting
Biru : “ Ngapain km lihat –
lihat ? ”
Klenting
Hijau : “ Iri ya lihat kita semua cantik? ”
Klenting
Kuning : “ Ti..Tidak kok. ”
Klenting
merah : ( menyenggol Klenting Kuning sampai terjatuh )Aduuh,
siapa sih yg naruh tong sampah dsini, penampilanku kan jd rusak nih”
Klenting
H&B: “ Hahaha.sukurin! “
Klenting
M : “Ups, kuning maaf ya kirain tong
sampah”
Klenting
B : ‘‘eh tp pants kox dpanggil tong
samph,hhhh”
Klenting
H : “Ya sudah. Ayo kita berangkat,
buang2 waktu aja.”
(Tak
lama kemudian, klenting kuning mendekati mbok rondo)
Klenting
kuning : “mbok, saya juga ingin melamar menjadi istrinya Ande - Ande lumut
seperti kakak-kakak klenting yang lain. ”
Mbok
rondo klenting : “Apa? hmm, ya sudah tidak apa - apa. Sini kamu mbok
dandani. (memberikan angus dan bau-bau tidak sedap kepada Klenting kuning) Sudah
sekarang kamu pergi. ” (mendorong Klenting kuning dengan kasar)
Klenting
kuning
: “Iya mbok. ” (meninggalkan Mbok Rondo)
Mbok
Rondo Klenting : “ Hahaha… Mudah-mudahan Ande - Ande Lumut
menyukai salah satu dari anak2ku. Bukan Klenting Kuning. ”
Saat Klenting Kuning mlewati sungai….
Klenting
Kuning : “ Duh… kenapa begini penderitaan hidupku.
Semoga aku tabah menjalaninya. ”
Peri
: “ Hai gadis cantik. ”
Klenting
kuning : “ Siapa kamu ? ” (kaget)
Peri
: “ Kamu jangan takut. Aku adalah sifat baik yang ada dalam dirimu. ”
Klenting
kuning : “ Mau apa kamu? ”
PERI
: “Aku akan memberimu sebuah pusaka. Terimalah. Semoga pusaka ini kelak
akan berguna bagimu. Ini adalah Jimat. Terimalah gadis baik. ” ( memberikan
pusaka )
Klenting
kuning : “jimat? Tapi untuk a…lho dia pergi kemana”(bingung)(melanjutkan
perjalanan)
Di
sebuah sungai yang airnya deras, disitulah Yuyu Kangkang hidup
Yuyu
kangkang
: “ Hohohoho…. Siapa itu yang datang dari jauh? ”
(kemudian
datang Klenting Merah, biru dan hijau menuju pinggir sungai)
Klenting
merah
: “ Wah! Sungainya banjir. ”
Klenting
biru :
“ Iya. Bagaimana cara kita menyeberang? ”
Klenting
hijau
: “ Lihat itu ada Yuyu Kangkang. ” (menunjuk Yuyu Kangkang)
Klenting
merah :
“ Wah iya! Kita minta tolong Yuyu Kangkang saja. ”
Klenting
biru dan hijau : “ Iya. Ayo! ” ( saling menyenggol Klenting
Merah )
Klenting
merah : “
Yuyu Kangkang! Yuyu Kangkang! ”
Yuyu
kangkang :
“ Hahaha. Ada apa gadis manis? ”
Klenting
merah :
“ Yuyu Kangkang, tolng sbrangkn kmi melewati sungai ini. ”
Yuyu
kangkang
: “hmm baiklah tp ada satu syarat. ”
Klenting
merah :
“syarat?huh baiklah apapun itu aku turuti”
Klenting
biru dan hijau : “ Iya.tapi kau hrs mau menyebrangkan kami. ”
Yuyu
kangkang : “hhh, syaratny adlh menggandeng dan mencium tangan kalian. ”
Klenting
merah : “ Ya sudah kalau begitu, cepat nti kita terlmbt. ”
(Yuyu
Kangkang menyebrangkan klenting merah, biru, dan hijau dengan perahu)
Yuyu
Kangkang : “ Eh, eh. Mau kemana kalian?
Mana imbalannya? ”
Klenting
– Klenting : ( menyodorkan tangan sambil cemberut dan langsung pergi )
Yuyu
kangkang : “ Wah senang
sekali aku dapat memegang dan mencium tangan gadis-gadis cantik itu. ”
(beberapa
saat kemudian, datanglah klenting kuning akan menyebrang)
Yuyu
Kangkang : “ Hohoho..siapa itu? Baunya tidak enak. Dan wajahnya jelek
sekali. ”
Klenting
Kuning : “ Wah kok banjir ya?
Bagaimana aku bisa menyebrang? Nah Itu ada Yuyu Kangkang. Yuyu kangkang2, tolong sebrangkan saya
melewati sungai ini. ”
Yuyu
kangkang : “ menyebrangkan Kamu? aku
Tidak mau. ”
Klenting
kuning : “ tolonglah aq nanti akan aku
kasih imbalan kpdamu . ”
Yuyu
kangkang : “ aku tidak mau. Sudah
sana pergi. Jangan di sini. Dasar orang jelek.” (Meninggalkan Klenting Kuning)
Klenting
Kuning : “Yuyu
Kangkang kenapa Kamu jahat begitu kpdku? ”Ya sudah kalau itu maumu. (mengeluarkan
pusakanya)Aku akan membuat sungai ini menjadi kering. Hiat! ”
Tiba-tiba
sungai itu kering dan dengan seketika si yuyu kangkang pun mati kepanasan lalu
Klenting Kuningpun bisa berjalan menyeberang sungai dan segera menuju rumah
mbok Rondo Dadapan, rumah si Ande-Ande Lumut.
Sementara
itu, di sebuah desa bernama Dadapan, mbok Rondo sedang menyapu rumah, di rumah
itulah si Ande-ande lumut sedang mengaji di sebuah surau. Menunggu belahan
hatinya yang di janjikan Tuhan untuknya.
(Mbok
rondo sedang menyapu halaman rumah, tiba-tiba datang rombongan gadis-gadis
cantik, klenting merah, biru dan hijau)
Klenting-klenting :
“ Assalamu’alaikum.”
Mbok
Rondo Dadapan : “ Wa’alaikumsalam, ada perlu apa ini y? ”
Klenting
Merah :“
begini Saya dan saudari saya ingin mengikuti sayembara untuk
menjadi istriny ande2 lumut”
Klenting
Biru :
“iya mbok ”
Mbok
rondo dadapan : “siapa nama kalian?”
Klenting
Hijau
: “ Saya Klenting Hijau, ini kkak saya klenting merah dan dia klenting biru . ”
Mbok
rondo dadapan : “O… kalian tunggu dulu y, saya akan mengatakanny
pada Ande-Ande Lumut. ”
Mbok
rondo dadapan : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande
Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. putrine sing ayu rupane.
Klenting abang iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande
Lumut : (menjawab
dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten
medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. “
Mbok
rondo dadapan : “ Wah maaf ande2 lumut tidak mau ternyata nak. ”
Klenting
biru
: “oh Coba kalau saya mbok pasti mau. ”
Klenting
merah :’’ huh aku saja tdk ditrima apalagi
kamu!”
Mbok
rondo dadapan : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande
Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine ngger sing ayu rupane.
Klenting biru iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande
Lumut : (menjawab
dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten
medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”
Mbok
rondo dadapan : “walah ayu tenan lho nang”
Ande-ande
Lumut :’’mboten
ibu”
Mbok
rondo dadapan :’’nok ande2 lumut ora gelem
Klenting
hijau :“
Cobi saya klenting ijo mbok. ”
Mbok rondo
dadapan : (bernyanyi)“ Putraku si ande-ande lumut.
Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine ngger sing ayu rupane.
Klenting ijo iku kang dadi asmane. ”
Ande- ande
Lumut : (menjawab
dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten
medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”
Mbok
rondo dadapan : “ Hmm.. Tidak mau juga nak.ibu jga tdk bsa
memaksany ”
Tidak
lama kemudian, datanglah Klenting Kuning, dari kejauhan sudah tercium bau yang
tidak sedap, wajahnya coreng moreng karena debu.
(datanglah
Klenting Kuning menuju mbok Rondo)
Klenting
kuning
: “ Selamat pagi, mbok. ”
Mbok
rondo dadapan : “ Selamat pagi. Siapa ya? ”
Klenting
kuning
: “ Saya Klenting Kuning mbok. Ingin melamar Ande-Ande Lumut. ”
Mbok
rondo dadapan : “ Apa? Mau melamar anakku? Apa tidak salah? ”
Klenting
merah
: “ Iya, wajahmukan jelek. Baumu jg
tidak enak begitu. Aku saja ditolak. Apa lagi kamu.”
Klenting hijau :’’udah
pergi sana. Malu maluin tahu gak”
Klenting
Kuning
: “ mbok saya mohon Dicoba dulu mbok. ”
Mbok
rondo dadapan : “ Baiklah. (bernyanyi) Putraku si
Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine kang olo
rupane. Klenting kuning iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande
Lumut : (menjawab
dengan bernyanyi) “ Aduh ibu, kulo inggih purun. Dalem putro inggih bade
medun. Najan olo meniko kang putro suwun. ”
Mbok
rondo dadapan : (kaget) “ Loh! Apa ora salah
Ande-Ande Lumut? ”
Ande-ande
Lumut : “ Tidak
ibu. Ini adalah pilihan saya. ”
Klenting
Biru
: “ Ternyata seleramu rendahan ya Ande – Ande Lumut. ”
Mbok
rondo dadapan : “ Ya sudah kalau itu pilihanmu ya tidak apa
apa ibu akan merestuinya. ”
Akhirnya, Klenting kuning menjadi istri
Ande-Ande Lumut, wajahnya yang jelek dan bau berubah menjadi putri yang cantik.
Sesungguhnya dia adalah Putri Sekartaji. Dan Ande-Ande Lumut kini menjadi raja
mewarisi kerajaan ayahnya. Pangeran dan Klenting Kuning, hidup bahagia
selamanya.
The end…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar