Rabu, 03 Januari 2018

Dongeng ande ande lumut

Ande – Ande Lumut


Di pagi yang cerah Mbok Rondo klenting berkumpul dengan para putrinya yang sangat cantik, mereka adalah klenting merah, klenting biru, klenting hijau dan salah seorang anak tirinya bernama klenting kuning.
Mbok Rondo sangat sayang kepada anak-anaknya tetapi berbeda dengan klenting kuning, sebagai anak tiri dia sangat dibedakan kasih sayangnya.

(Klenting Kuning sedang menyapu lantai & tak lama kemudian datanglah Mbok Rondo Klenting)
Mbok rondo Klenting     :“putriku…, kesini sebentar ada berita penting!”
Klenting hijau                  : “ Ya Mbok, sebentar… ”
Klenting merah               : “sst.. berita apa tho? ”
Klenting biru                    : “aku juga gak tahu kak.”
Klenting merah               : “huuh, kirain tahu.”(cemberut)
Klenting hijau                   :“Ada apa sih mbok ? ” (manja)
Mbok rondo klenting     : “Begini, Mbok Rondo Dadapan,membuat sayembara untuk menikahkan anaknya Ande-Ande Lumut yang sangat tampan itu.”
Klenting-keleting             : “ (Apa?) Tampan? Ande - Ande Lumut ?” (centil)
Mbok rondo klenting     : “ Iya. Kalau kalian mau, cepat dandan dulu yang cantik. ”
Klenting-klenting             : “ Iya iya mbok. Kami mau. ”
(setelah klenting merah, biru, dan hijau selesai berdandan)
Klenting Merah                 : “ Mbok, bagaimana penampilan kita? ”
Klenting Hijau                    : “ cantik kan mbok!! ”
Mbok Rondo Klenting: “ wah iya, Anak-anak mbok sudah cantik semua. Ande-Ande Lumut pasti memilih salah satu dari kalian untuk dijadikan istri. ”
(Dari halaman rumahnya, Klenting Kuning yg sdg menyapu, melihat saudari2 tirinya yang hendak berangkat menuju rumah Ande – Ande Lumut)
Klenting Biru        : “ Ngapain km lihat – lihat ? ”
Klenting Hijau      : “ Iri ya lihat kita semua cantik? ”
Klenting Kuning   : “ Ti..Tidak kok. ”
Klenting merah   : ( menyenggol Klenting Kuning sampai terjatuh )Aduuh, siapa sih yg naruh tong sampah dsini, penampilanku kan jd rusak nih”
Klenting H&B: “ Hahaha.sukurin! “
Klenting M     : “Ups, kuning maaf ya kirain tong sampah”
Klenting B      : ‘‘eh tp pants kox dpanggil tong samph,hhhh”
Klenting H      : “Ya sudah. Ayo kita berangkat, buang2 waktu aja.”
(Tak lama kemudian, klenting kuning mendekati mbok rondo)
Klenting kuning : “mbok, saya juga ingin melamar menjadi istrinya Ande - Ande lumut seperti kakak-kakak klenting yang lain. ”
Mbok                         rondo klenting  : “Apa? hmm, ya sudah tidak apa - apa. Sini kamu mbok dandani. (memberikan angus dan bau-bau tidak sedap kepada Klenting kuning) Sudah sekarang kamu pergi. ” (mendorong Klenting kuning dengan kasar)
Klenting kuning                 : “Iya mbok. ” (meninggalkan Mbok Rondo)
Mbok Rondo Klenting    : “ Hahaha… Mudah-mudahan Ande - Ande Lumut menyukai salah satu dari anak2ku. Bukan Klenting Kuning. ”
Saat Klenting Kuning mlewati sungai….
Klenting Kuning     : “ Duh… kenapa begini penderitaan hidupku. Semoga aku tabah menjalaninya. ”
Peri                     : “ Hai gadis cantik. ”
Klenting kuning : “ Siapa kamu ? ” (kaget)
Peri                     : “ Kamu jangan takut. Aku adalah sifat baik yang ada dalam dirimu. ”
Klenting kuning : “ Mau apa kamu? ”
PERI                    : “Aku akan memberimu sebuah pusaka. Terimalah. Semoga pusaka ini kelak akan berguna bagimu. Ini adalah Jimat. Terimalah gadis baik. ” ( memberikan pusaka )
Klenting kuning : “jimat? Tapi untuk a…lho dia pergi kemana”(bingung)(melanjutkan perjalanan)

Di sebuah sungai yang airnya deras, disitulah Yuyu Kangkang hidup
Yuyu kangkang                  : “ Hohohoho…. Siapa itu yang datang dari jauh? ”
(kemudian datang Klenting Merah, biru dan hijau menuju pinggir sungai)
Klenting merah                 : “ Wah! Sungainya banjir. ”
Klenting biru                : “ Iya. Bagaimana cara kita menyeberang? ”
Klenting hijau               : “ Lihat itu ada Yuyu Kangkang. ” (menunjuk Yuyu Kangkang)
Klenting merah            : “ Wah iya! Kita minta tolong Yuyu Kangkang saja. ”
Klenting biru dan hijau   : “ Iya. Ayo! ” ( saling menyenggol Klenting Merah )
Klenting merah            : “ Yuyu Kangkang! Yuyu Kangkang! ”
Yuyu kangkang             : “ Hahaha. Ada apa gadis manis? ”
Klenting merah            : “ Yuyu Kangkang, tolng sbrangkn kmi melewati sungai ini. ”
Yuyu kangkang             : “hmm baiklah tp ada satu syarat. ”
Klenting merah             : “syarat?huh baiklah apapun itu aku turuti”
Klenting biru dan hijau   : “ Iya.tapi kau hrs mau menyebrangkan kami. ”
Yuyu kangkang  : “hhh, syaratny adlh menggandeng dan mencium tangan kalian. ”
Klenting merah  : “ Ya sudah kalau begitu, cepat nti kita terlmbt. ”
(Yuyu Kangkang menyebrangkan klenting merah, biru, dan hijau dengan perahu)
Yuyu Kangkang  : “ Eh, eh. Mau kemana kalian? Mana imbalannya? ”
Klenting – Klenting  : ( menyodorkan tangan sambil cemberut dan langsung pergi )
Yuyu kangkang         : “  Wah senang sekali aku dapat memegang dan mencium tangan gadis-gadis cantik itu. ”
(beberapa saat kemudian, datanglah klenting kuning akan menyebrang)
Yuyu Kangkang        : “ Hohoho..siapa  itu? Baunya tidak enak. Dan wajahnya jelek sekali. ”
Klenting Kuning       : “ Wah kok banjir ya? Bagaimana aku bisa menyebrang? Nah Itu ada Yuyu Kangkang.  Yuyu kangkang2, tolong sebrangkan saya melewati sungai ini. ”
Yuyu kangkang        : “ menyebrangkan Kamu? aku Tidak mau. ”
Klenting kuning       : “ tolonglah aq nanti akan aku kasih imbalan kpdamu . ”
Yuyu kangkang        : “ aku tidak mau. Sudah sana pergi. Jangan di sini. Dasar orang jelek.” (Meninggalkan Klenting Kuning)
Klenting Kuning       : “Yuyu Kangkang kenapa Kamu jahat begitu kpdku? ”Ya sudah kalau itu maumu. (mengeluarkan pusakanya)Aku akan membuat sungai ini menjadi kering. Hiat! ”

Tiba-tiba sungai itu kering dan dengan seketika si yuyu kangkang pun mati kepanasan lalu Klenting Kuningpun bisa berjalan menyeberang sungai dan segera menuju rumah mbok Rondo Dadapan, rumah si Ande-Ande Lumut.

Sementara itu, di sebuah desa bernama Dadapan, mbok Rondo sedang menyapu rumah, di rumah itulah si Ande-ande lumut sedang mengaji di sebuah surau. Menunggu belahan hatinya yang di janjikan Tuhan untuknya.

(Mbok rondo sedang menyapu halaman rumah, tiba-tiba datang rombongan gadis-gadis cantik, klenting merah, biru dan hijau)
Klenting-klenting            : “ Assalamu’alaikum.”
Mbok Rondo Dadapan  : “ Wa’alaikumsalam, ada perlu apa ini y? ”
Klenting Merah              :“ begini Saya dan saudari saya ingin mengikuti                               sayembara untuk menjadi istriny ande2 lumut”
Klenting Biru                   : “iya mbok ”
Mbok rondo dadapan    : “siapa nama kalian?”
Klenting Hijau                 : “ Saya Klenting Hijau, ini kkak saya klenting merah dan dia klenting biru . ”
Mbok rondo dadapan    : “O… kalian tunggu dulu y, saya akan mengatakanny pada Ande-Ande Lumut. ”
Mbok rondo dadapan    : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. putrine sing ayu rupane. Klenting abang iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande Lumut           : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. “
Mbok rondo dadapan  : “ Wah maaf ande2 lumut tidak mau ternyata nak. ”
Klenting biru                  : “oh Coba kalau saya mbok pasti mau. ”
Klenting merah              :’’ huh aku saja tdk ditrima apalagi kamu!”
Mbok rondo dadapan    : (bernyanyi) “ Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine ngger sing ayu rupane. Klenting biru iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande Lumut           : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”
Mbok rondo dadapan    : “walah ayu tenan lho nang”
Ande-ande Lumut           :’’mboten ibu”
Mbok rondo dadapan    :’’nok ande2 lumut ora gelem
Klenting hijau                  :“ Cobi saya klenting ijo mbok. ”
Mbok                         rondo dadapan    : (bernyanyi)“ Putraku si ande-ande lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine ngger sing ayu rupane. Klenting ijo iku kang dadi asmane. ”
Ande-                         ande Lumut           : (menjawab dengan bernyanyi) “ Duh ibu, kulo mboten purun. Aduh ibu, kulo mboten medun. Najan ayu sisane si Yuyu Kangkang. ”
Mbok rondo dadapan   : “ Hmm.. Tidak mau juga nak.ibu jga tdk bsa memaksany ”

Tidak lama kemudian, datanglah Klenting Kuning, dari kejauhan sudah tercium bau yang tidak sedap, wajahnya coreng moreng karena debu.

(datanglah Klenting Kuning menuju mbok Rondo)
Klenting kuning                 : “ Selamat pagi, mbok. ”
Mbok rondo dadapan    : “ Selamat pagi. Siapa ya? ”
Klenting kuning                 : “ Saya Klenting Kuning mbok. Ingin melamar Ande-Ande Lumut. ”
Mbok rondo dadapan    : “ Apa? Mau melamar anakku? Apa tidak salah? ”
Klenting merah                 : “ Iya, wajahmukan  jelek. Baumu jg tidak enak begitu. Aku saja ditolak. Apa lagi  kamu.”
Klenting hijau                     :’’udah pergi sana. Malu maluin tahu gak”
Klenting Kuning                : “ mbok saya mohon Dicoba dulu mbok. ”
Mbok rondo dadapan    : “ Baiklah. (bernyanyi) Putraku si Ande-Ande Lumut. Temuruno ono putri kang ngunggah-unggahi. Putrine kang olo rupane. Klenting kuning iku kang dadi asmane. ”
Ande-ande Lumut           : (menjawab dengan bernyanyi) “ Aduh ibu, kulo inggih purun. Dalem putro inggih bade medun. Najan olo meniko kang putro suwun. ”
Mbok rondo dadapan    : (kaget) “ Loh!  Apa ora salah Ande-Ande Lumut? ”
Ande-ande Lumut           : “ Tidak ibu. Ini adalah pilihan saya. ”
Klenting Biru                    :  Ternyata seleramu rendahan ya Ande – Ande Lumut. ”
Mbok rondo dadapan    : “ Ya sudah kalau itu pilihanmu ya tidak apa apa ibu akan merestuinya. ”

Akhirnya, Klenting kuning menjadi istri Ande-Ande Lumut, wajahnya yang jelek dan bau berubah menjadi putri yang cantik. Sesungguhnya dia adalah Putri Sekartaji. Dan Ande-Ande Lumut kini menjadi raja mewarisi kerajaan ayahnya. Pangeran dan Klenting Kuning, hidup bahagia selamanya.


The end…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

lagu perpisahan - masa sma

ada pertemuan pasti ada perpisahan mimin mau kasih lirik lagu perpisahan yang bikin baper nih.. Lirik Lagu Masa SMA tiga tahun tela...